Minta Ditambal Gigi Malah Dicabut

Seorang dokter gigi di Puskesmas Aekkanopan berlaku senonoh. Ketika seorang pasien wanita datang ke Puskesmas Aekkanopann yang juga sebagai RS Persiapan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Propinsi Sumatera Utara, meminta kepada si doketr untuk menambal gigi berlubang, sang dokter malah mencabutnya. Dampaknya, si pasien gigi jadi keberatan.
Korban Kasmini ditemani suaminya, Willy Simanjuntak, kemaren melaporkan kejadian itu ke Polres Labuhanbatu.
Guru swasta itu keberatan giginya dicabut drg N dengan dalih yang macam-macam.
Pengaduan korban dibuat dalam STPL No Pol STPLP/669/VIII/2009/APK-A dan laporan polisi No Pol 880/VIII/2009/LB-SPK-A.
Pelaku drg N disangka “memberikan pelayanan medis tidak sesuai kebutuhan pasien dan atau perbuatan tak menyenangkan. Atau, sesuai dengan pasal 79 jo 51 jo 45 Undang-Undang RI Nomor 29 tahun 2004 dan atau pasal 335 KUHP.
Suami korban, Willy kepada sejumlah wartawan, Kamis (6/8), mengatakan, hari Jumat 10 Juli 2009, isterinya Kasmini
datang ke Puskesmas, meminta dokter jaga di Poli Gigi, drg N, menambal gigi grahamnya yang berlubang.
Drg N mempersilahkan korban duduk di kursi praktik, lalu membiusnya. Kasmini merasa aneh da bertanya, kenapa dibius? Drg lalu mengatakan begitu kalau menangani gigi orang dewasa.
“Isteri saya yang tidak mengerti, diam saja gusinya dibius. Ternyata setelah beberapa menit, gigi grahamnya dicabut kandas oleh drg N,” terang Willy.
Korban kaget setelah ompong. Dan bertanya alasan pencabutan giginya.
Padahal, beberapa minggu sebelum ke Puskesmas itu, isterinya berobat gigi ke dokter lain. Oleh Dokter gigi itu mengatakan, gigi isterinya masih bagus. “Jadi dibersihkan
karangnya untuk minggu depan ditempel,” ujar Willy.
Tindakan dokter itu membuat mereka kesal dan tidak terima diperlakukan demikian.
“Saya kesal dan tidak bisa terima itu. Saya mengajak isteri kembali menemui dokter gigi itu dan dokter Mayang pimpinan RS. Awalnya, dokter N bersikeras dengan sinis
mengatakan kalau dirinya telah melaksanakan tugas sesuai prosedur menangani pasien,” ungkapnya.
Menurut Willy, mengambil sebagian dari tubuh pasien tanpa persetujuan pasien atau keluarganya adalah kesalahan dalam berpraktik atau malpraktik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: