Dana Kesra PNS Belum Dibayar, Bupati Labura Harus Bertanggung Jawab

Belum dibayarnya dana Kesra (Tambahan Penghasilan Berdasarkan Beban Kerja) PNS selama tiga bulan, Penjabat Bupati Labuhan Batu Utara Drs H Daudsyah MM harus bertanggung jawab. Demikian dikatakan Syarifuddin Tanjung, anggota DPRD Labuhanbatu kepada wartawan Sabtu (8/8) di Rantauprapat.
Anggota Dewan yang akrab dipanggil Ucok Tanjung itu, sangat kecewa setelah mendengar keluhan para PNS. “Saya sangat terkejut membaca berita raibnya dana Kesra ribuan PNS di Labura. Setahu saya, dana Kesra untuk PNS diberikan berdasarkan undang – undang. Jadi, kalau dana tersebut tidak diberikan maka ada orang yang melanggar atau mengangkangi undang – undang. Dan orang yang melanggar undang – undang sama dengan melanggar hukum. Jadi, penegak hukum diminta agar bertindak,” katanya.
Selain itu putra kelahiran Aeknatas itu juga menyentil Penjabat Bupati Labura, yang kerap mengatakan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai pertemuan. Tapi kenyataannya, dana Kesra ribuan stafnya justru tak jelas rimbanya.
Karena itu diminta kepada Bupati Daudsyah agar memberikan penjelasan kemana sebenarnya dana Kesra PNS tersebut. Kalau ini tak dijelaskan maka bisa muncul berbagai prasangka di benak masing-masing PNS.
Sebagaimana diberitakan di media harian terbitan Medan, ribuan PNS di Labura mengeluh. Penyebabnya, tiga bulan (Januari – Maret 2009) dana Kesra belum dibayar. Anehnya, dana Kesra bulan April – Juni sudah diterima.
SEGERA DITUNTASKAN
Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) segera berkordinasi dengan Pemkab Labuhanbatu untuk menangani masalah pembayaran tunjangan Kesra selama 3 bulan bagi PNS Labura yang belum terealisasi. “Tunjangan Kesra yang belum dibayar itu segera dituntaskan,” ujar Plt Kabag Humas Pemkab Labura Syahrul Adnan Hasibuan kepada SIB, Senin (11/8) di Aekkanopan menanggapi keluhan PNS yang belum menerima tunjungan Kesra sejak Januari, Februari dan Maret 2009.
Diakuinya, masalah tunjangan Kesra memang sedang dalam pembicaraan hangat bagi PNS di Labura. Dijelaskannya, dia telah menerima uang Kesra pada bulan Januari, Februari dan Maret dari Pemkab Labuhanbatu ketika saat itu dia menjabat Kepala Pembantu Dinas Pasar dan Kebersihan Aekkanopan. Sedangkan tunjangan Kesra bulan April, Mei, Juni telah diterimanya dari Pemkab Labuhanbatu Utara.
Ketika diminta ketegasannya tentang Pemkab mana yang harus membayar tunjangan Kesra para PNS Labura itu, dengan tenang Hasibuan menjawab “Tunjangan Kesra 3 bulan itu seharusnya dibayar Pemkab Labuhanbatu”.
Hal senada disampaikan Kadis Pendapatan Labura Mahmud Sagala. Tunjangan Kesra PNS Labura bulan Januari, Februari dan Maret seharusnya dibayarkan Pemkab Labuhanbatu karena penyerahan pegawai dari Pemkab Labuhanbatu ke Pemkab Labura pada 19 Maret 2009. “Berdasarkan hal tersebut, secara otomatis sejak Januari hingga Maret PNS masih bertugas di Kabupaten Labuhanbatu,” imbuh Sagala. (S18/CHF/y)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: