Massa Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Labura

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pemuda dan Mahasiswa Bertindak (KPMB) Labuhanbatu Utara (Labura), Senin (10/8) siang menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Labura Jalan Sudirman Aekkanopan. Aksi mahasiswa itu mendapat perhatian serius masyarakat.
Sejumlah tuntutan KPMB yang dibacakan kordinator lapangan Hasan Basri di antaranya, meminta kepada Pj Bupati Labura jangan melanggar sumpah jabatan, menolak secara tegas Pj Bupati menggunakan fasilitas negara untuk kampanye, usut dugaan jual beli jabatan, mempertanyakan pengangkatan Kadis Kesehatan, usut dugaan penyerahan bantuan rumah nelayan yang tidak tepat sasaran dan meminta Gubsu agar mengingatkan Pj Bupati terkait lemahnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Sebelum membacakan tuntutan KPMB, Hasan Basri menyampaikan pernyataan sikap yang isinya menjelaskan tujuan pemekaran dan menyebutkan setelah setahun usia Kabupaten Labura tidak menunjukkan ke arah yang lebih baik. Selain itu, KPMB juga menilai kinerja SKPD lemah sehingga semakin menambah lambatnya pembangunan sebagaimana diatur dalam UU Otonomi Daerah.
Dalam pernyataan sikap itu juga KPMB menyebutkan, Pj Bupati memaksakan agar seluruh kepala SKPD pro aktif dalam mengatur strategi kampanye untuk pemenangan Pj Bupati pada Pilkada Labura mendatang.
Mewakili Pemkab Labura Assisten II Bidar Alamsyah SH kepada mahasiswa di aula kantor bupati menyampaikan dukungan atas kritikan yang diberikan KPMB. Tuntutan para KPMB akan disampaikan kepada atasannya.
Mengenai statemen Pj bupati kampanye Pilkada, Bidar Alamsyah mengatakan, sepengetahuannya Pj bupati tidak pernah berkampanye saat kunjungan ke desa-desa. Katanya, Pj bupati turun ke desa untuk memberikan motivasi dan contoh kepada anggotanya bagaimana pimpinan melayani bawahannya.
Usai menggelar aksi damai, mantan anggota DPRD Labuhanbatu Ahmad Dewi Syukur didampingi 4 mantan anggota DPRD Labuhanbatu lainnya kepada SIB menyebutkan, sangat menyayangkan aksi dan tuntutan para mahasiswa. “Sejumlah tuntutan para mahasiswa tidak sesuai kenyataan yang ada,” tegas Dewi Sukur. (CHF/h)

Satu Tanggapan

  1. para mahasiswa yang tergabung dalam KPMB seharusnya melihat dan mengontrol kinerja pjs. bupati labura dengan benar.
    kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka (KPMB) katakan.
    aksi unjuk rasa yang mereka lakukan syarat muatan politis para balon bupati yang ingin maju dalam pilkada labura april 2010 mendatang,,,,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: