Bupati Labusel Mendatang Harus Mampu dan Komit Membangun untuk Kesejahteraan Masyarakat

Ratusan keluarga di kawasan Desa Hutagodang-Sapilpil dan Tanjung Medan Kabupaten baru Labuhanbatu Selatan Sumut masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Pembangunan infrastruktur lainnya pun masih kurang sehingga masyarakat di sana jauh tertinggal.
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Labuhanbatu Selatan (FKM) Aswad Alwi Nasution dan juga sebagai salah seorang tokoh muda di Kotapinang mengungkapkan hal ini, Sabtu (22/08) seiring akan dilaksanakannya Pilkada pada 2010 mendatang di Kotapinang Labusel.
Mengingat masih banyaknya warga di daerah lingkungan kabupaten baru pemekaran ini masih merasakan pembangunan jauh tertinggal, maka Aswad Alwi Nasution putra seorang mantan tokoh masyarakat Kotapinang (Alm.H.Rustam Nasution) menghendaki agar daerah Labuhanbatu Selatan ke depan dipimpin seorang yang komit untuk melakukan perubahan pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat di pedesaan.
Aswad Alwi Nasution yang ingin mengikuti jejak ayah bundanya terhadap kepedulian masyarakat banyak meminta agar Bupati Labusel kedepan harus berwibawa, punya prinsip, mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab, beriman taqwa kepada Tuhan YME, mampu meningkatkan pendidikan, dapat merangkul seluruh elemen masyarakat agama , etnis, dan terpenting jauh dari perbuatan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) demi mendapatkan pembangunan adil merata dalam mensejahterakan masyarakat, katanya.
Selain itu, pimpinan Labusel pada 5 tahun ke depan harus punya prinsip dalam mensejahterakan masyarakat adil dan makmur, sadar sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, berjiwa pelopor dalam percepatan pembangunan ke arah yang lebih baik.”Dalam pemekaran Labusel ini kini telah berhasil dalam arti meningkatkan masyarakat dari kemiskinan. Perlu disadari sejarah perjuangan pemekaran tentu sekali hasil kerja keras dan tidak terlepas dari pengorbanan yang tulus dan ikhlas oleh perjuangan masing-masing orangtua kita sendiri, “ujar Nasution.
Putra pendiri pemrakarsa Labusel ini mengingatkan lagi siapapun nantinya menjadi pemimpin di daerah Labuhanbatu Selatan harus juga mampu melakukan kebijakan yang lebih berguna atau berarti bagi masyarakat. Iapun berkata, kurangnya pembangunan seperti sarana jalan ke desa-desa merupakan salah satu penyebab daerah tersebut terisolir.
FKM DESAK PEMBANGUNAN KANTOR BUPATI
Tokoh muda Aswad Alwi Nasution yang sehari-harinya cukup aktif di berbagai organisasi pemuda di Kotapinang Labusel mendesak pemerintah daerah Labuhanbatu Selatan maupun pusat agar mempercepat pembangunan kantor bupati defenitif berada di kawasan Kecamatan Kotapinang.

Soalnya kata dia, apabila kantor bupati tersebut tidak segera dibangun dikhawatirkan percepatan pembangunan di Labusel tidak akan terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat.
“Pembangunan kantor bupati ini sudah sangat mendesak dan sudah lama pula ditunggu-tunggu masyarakat. Yang paling dikhawatirkan sekali dana Rp.3,6 M yang berasal bantuan pemerintah pusat ditarik kembali karena limit waktunya ditentukan,” katanya.
Ketua FKM Labusel itu mengatakan, keterlambatan pembangunan kantor bupati Labusel disebabkan karena kurangnya respon pemerintah daerah maupun pusat terhadap lokasi lahan pertapakan. Letak kantor bupati Labusel menjadi dilematis, masyarakat menghendaki dan menginginkan pembangunan kantor instansi pemerintahan itu di lahan PT PP Lonsum Rumbia Kotapinang, sementara pihak pemerintahan sendiri ada mencanangkan di areal PTPN3 Sisumut. (F7/l)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: