Hasil Survei TePI Indonesia : Sosok Populer di Labuhanbatu dan Labura

Masyarakat pemilih di Pilkada 2010 nanti dengan kultur dan klasifikasi yang beraneka ragam adalah merupakan asset dalam proses pendulangan suara. Asset itu terutama ada ditangan para swing voter.

Demikian salah satu point kesimpulan hasil riset Komite Pemilih (TePI) Indonesia menjelang pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Labuhanbatu (induk) dan Labuhanbatun Utara (Labura).

Kordinator TePI Indonesia Labuhanbatu Yos Batubara menyebutkan, para swing voter ini adalah para pemilih yang tidak mempunyai hubungan kuat dengan salah satu partai.

Dengan demikian pilihannya bisa berubah setiap saat karena pertimbangan sesaat. Atau, karena mencermati perkembangan yang terjadi. Berbeda dengan pemilih tradisional yang bisa dikatakan sangat fanatik terhadap partai politik tertentu karena ikatan primordial dan sebagainya.

“Seperti diketahui, berdasarkan jumah pemilih terdaftar pada pelaksanaan Pilpres 2009 untuk Labuhanbatu (induk) ditemui sekitar lima ribuan lebih pemilih pemula atau sekitar 2,02 persen dari keseluruhan jumlah pemilih terdaftar di Labuhanbatu (Induk). Demikian juga halnya dengan pemilih yang belum kawin, pada Pilpres terdapat sekitar tujuh puluh dua ribu lebih atau sekitar 26,90 persen, pemilih yang sudah kawin berjumlah sekitar seratus delapan puluh enam ribu lebih atau sekitar 69,30 persen, sedangkan janda/duda yang tercatat sebagai pemilih berjumlah sekitar sepuluh ribu lebih atau sekitar 3,80 persen,”ujar Yos.

Di Labura, lanjutnya, jumlah pemilih pemula pada Pilpres 2009 sekitar lima ribuan lebih atau sekitar 2,37 persen dari keseluruhan pemilih terdaftar di Labura. Pemilih yang belum kawin sekitar lima puluh delapan ribuan lebih atau sekitar 26,62 persen. Pemilih yang sudah kawin berjumlah sekitar seratus empat puluh delapan ribu lebih atau sekitar 67,88 persen. Sedangkan pemilih yang berstatus janda/duda di Labura pada Pilpres lalu berjumlah sekitar dua belas ribu lebih atau sekitar 5,50 persen.

Untuk melihat popularitas dan peluang ketokohan menjelang Pilkada di dua kabupaten ini, dalam risetnya, Yos mempresentasikan sebagai responden yang dijadikan sampel adalah terdiri dari kaum ibu yang sudah kawin dan yang pernah kawin alias janda. Sedangkan sampel di Labura adalah penggali/penjaga kuburan, pawang jaran kepang, pawing hujan, dukun manten, dukun beranak, dan pensiunan buruh perkebunan.

Dalam riset ditemukan, sebahagian besar kaum Hawa yang sudah berumah tangga ataupun janda yang berdomisili di Labuhanbatu (Induk) ini merasa kondisi ekonomi rumah tangganya tidak ada perubahan.

Sebanyak 2,5 persen responden menyebutkan bahwa kondisi ekonomi rumah tangga sekarang ini Jauh Lebih Buruk. 20 persen menyebutkan Lebih Buruk. 38,8 persen menyebutkan Tidak Ada Perubahan. Yang menyatakan kondisi ekonomi saat ini Lebih Baik 18,8 persen responden, yang menyatakan Jauh Lebih Baik 7,5 persen. Sedangkan 12,5 persen lagi menyatakann Tidak Tahu/Tidak Menjawab.

“Baik buruknya kondisi ekonomi akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya dukungan bagi para kandidat nantinya”ujar Yos.

Mengenai nama tokoh yang diprediksi akan maju sebagai calon Bupati yang telah didengar oleh responden 37,5 persen mengaku telah mendengar nama Hj Adlina T Milwan, 18.8 persen responden mengaku telah mendengar nama DR Amarullah Nasution, 13,8 persen mengaku telah mendengar nama Tigor, 12,5 persen mengaku telah mendengar nama H Adil, 5 persen mengaku telah mendengar nama Irfan. Sedangkan yang tidak menjawab/tidak tahu sekitar 12,5 persen.

“Nama Adlina T Milwan didengar oleh para janda ataupun kaum ibu bersumber antara lain dari pembicaraan/melalui perantara orang, bertemu langsung, dan pemberitaan, demikian halnya dengan nama tokoh lain yang juga didengar melalui perantara orang, alat peraga seperti baligho, poster, dan juga selebaran atau bosur,”terang Yos.

Yos  juga menyebutkan, dengan masih tingginya angka persentase tidak tahu/tidak menjawab oleh responden hal ini dapat disimpulkan semantara menunjukkan bahwa belum begitu gencarnya riak bursa pencalonan ketelinga masyarakat khususnya para swing voter. Selain itu, kedikenalan merupakan hal yang paling elementer dalam pemilihan langsung.

Selanjutnya, mengenai apakah nama tokoh yang telah didengar tersebut apakah akan dipilih oleh responden nantinya, sebanyak 41,3 persen menjawab Ya. Sedangkan, sebanyak 43,8 persen menjawab Belum Tentu. Sementara, sejumlah 15 persen respon lagi tidak menjawab/tidak tahu.

Sementara itu di Labura, mengenai kondisi ekonomi rumah tangga sama halnya dengan di Labuhanbatu (Induk). Sebahagian besar responden merasa kondisi ekonomi rumah tangganya tidak ada perubahan.

Mengenai nama tokoh di Labura yang diprediksi akan maju sebagai calon Bupati yang telah akrap didengar khususnya oleh para penggali/penjaga kuburan, pawang jaran kepang, pawang hujan, dukun manten, dukun beranak, dan pensiunan buruh perkebunan sejumlah 40 persen mengaku telah mendengar nama H Buyung Sitorus. Sementara, 35,4 persen responden mengaku telah mendengar nama Daudsyah, dan 15,4 persen menyebutkan nama alternatif lainnya. Sedangkan yang tidak menjawab/tidak tahu sekitar 9,2 persen.

Mengenai keyakinan nama tokoh yang telah didengar tersebut akan dipilih responden nantinya, hanya sekitar 46,2 persen menjawab Ya. Sedangkan, 38,5 persen menjawab Belum Tentu. Dan, sebanyak 15,4 persen respon lagi tidak menjawab/tidak tahu.

“Kendatipun responden menyebutkan  seperti temuan tersebut, namun dalam seratus hari kedepan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi perubahan pendapat oleh para swing voter. Terlebih seperti diketahui nama DR Amarullah Nasution atau nama H Buyung Sitorus pada Pileg 2009 lalu telah berhasil membuktikan perolehan suaranya,” jelas Yo

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: