Kantor KUD di Torgamba Labuhanbatu Selatan Dibakar Preman

Kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Makmur Mandiri (SMM) I di Dusun Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupetan Labuhanbatu Selatan (Labusel), dibakar preman. Kantor sederhana itu baru saja selesai direnovasi sudah hangus rata dengan tanah.
Sesuai surat tanda penerimaan laporan No.Pol: STPL/173/VIII/2009/SPK di kantor Kepolisian Sektor Torgamba dinyatakan kasus pembakaran kantor KUD tersebut masih dalam penyelidikan petugas dan sebagai pelapor Ketua KUD SMM I, Rasta Peranginangin.
Rasta Peranginangin kepada sejumlah wartawan, kemarin, mengatakan, peristiwa pembakaran itu terjadi Sabtu (15/8) lalu. Kejadian serupa pernah terjadi tahun 2003.
“Sampai sekarang peristiwa tahun 2003 itu belum berhasil diungkap polisi. Pembakaran yang kemarin sudah kedua kalinya,” ungkap Rasta.
Dia menambahkan, selain peristiwa pembakaran, kantor KUD SMM I itu pernah diledakkan pakai granat tanggal 18 November 2002, hingga melukai 5 orang anggota Pamswakarsa.
Atas rentetan kasus ini, dia berharap agar petugas kepolisian dapat mengungkap motif di balik pembakaran kantor KUD tersebut.
“Saya sampaikan ini sekaligus mengajak semua pihak untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang menyesatkan, meresahkan dan merusak tatanan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan teroris,” ujar Rasta.
Menurutnya, kepemimpinan di KUD ini hingga saat sekarang masih permasalahan. Dirinya selaku ketua yang sah terpilih dalam rapat anggota tahunan (RAT) tahun 2001 silam, mendelegasikan kepemimpinan ke Ali Napiah tahun 2003 yang hingga sekarang tidak bersedia turun dari kedudukannya.
Rasta mau kembali setelah dirinya dinyatakan bebas murni oleh Mahkamah Agung tahun 2006 atas persoalan hukum perkara lain.
Sementara itu, Ali Napiah, ketika dikonfirmasi wartawan per telepon seluler, Minggu (23/8), menduga pelaku pembakaran kantor KUD itu bukan orang lain.
“Menurut feeling saya, bukan ada orang lain yang membakar kantor itu, tapi belum ada bukti. Kalau nggak, saya akan laporkan itu,” ujarnya.
Apakah pembakaran itu ada kaitannya dengan desakan permintaan RAT yang sejak tahun 2003 belum dilaksanakan?
“Saya tidak tahu. Kantor itu sejak 6 bulan lalu tidak dipakai, karena ribut-ribut kepengurusan, kami pindahkan. Jadi, kalau pun itu terbakar tidak menghanguskan arsip keperluan RAT,” ujarnya, seraya menyebut pihaknya berencana sehabis lebaran melakukan RAT.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kapolsek Torgamba AKP Hendrik Tampubolon ketika dikonfirmasi wartawan, mengatakan, kasus pembakaran itu masih dalam penyelidikan.
“Itu masih dalam penyelidikan kita. Sampai sekarang belum tahu kita apa motifnya,” kata Kapolsek.(S25/p)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: