Penetapan DPRD Daerah Pemekaran Untungkan Parpol Pemenang

Penetapan anggota DPRD Kabupaten/Kota yang merupakan daerah pemekaran, seperti Nias, Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan, dapat dipastikan bakal menguntungkan partai politik (parpol) pemenang di daerah induk yang telah ditetapkan mendapatkan kursi.
Hal ini terjadi karena anggota DPRD daerah pemekaran akan diambil parpol tersebut sesuai dengan jumlah perolehan suara masing-masing calon anggota legislatif terpilih.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, Irham Buana Nasution, di Medan, Rabu (27/8), hingga sekarang pihaknya belum dapat memastikan kapan penetapan anggota DPRD di daerah pemekaran akan dilakukan.
Karena semua masih menunggu beberapa regulasi KPU Pusat. Namun yang pasti, kata Irham, penetapan anggota di daerah pemekaran tersebut akan menguntungkan parpol yang telah ditetapkan untuk mendapatkan kursi di kabupaten/kota induk.
“Penetapan di daerah pemekaran ini menguntungkan bagi parpol pemenang. Jadi peluang caleg-caleg dari parpol yang telah dipastikan mendapatkan kursi di daerah induk, masih terbuka lebar. Semuanya tinggal tergantung perolehan suara caleg,” ucap Irham.
Secara teknis Irham merinci mengenai perolehan kursi DPRD daerah pemekaran itu segera dituangkan dalam peraturan KPU Pusat.
Dia mengatakan ada dua opsi dalam mengisi anggota DPRD daerah pemekaran yang akan dibahas sebelum dibuat dalam peraturan. Opsi pertama, sambung Irham, DPRD daerah pemekaran diisi oleh caleg terpilih dari daerah induk.
Kalau orangnya beralih ke daerah pemekaran, Irham mengatakan berarti harus dilakukan PAW (pengganti antar waktu) untuk DPRD induk. Sedangkan caleg yang ditempatkan di daerah pemekaran akan dibuatkan SK (surat keputusan) KPUD Sumut.
Opsi yang kedua, DPRD daerah pemekaran diisi oleh caleg terpilih dari nomor urut suara terbanyak berikutnya, tergantung perolehan parpol bersangkutan di daerah pemekaran tersebut dan meliputi kecamatan apa saja.
Ditambahkan Irham, untuk penetapan anggota DPRD di daerah pemekaran itu juga masih menunggu beberapa regulasi, yaitu pengesahan Undang-undang Susunan dan Kedudukan (UU Susduk) MPR, DPR, DPD dan DPRD.
“UU Susduk kan memang sudah disetujui dewan, jadi tinggal tunggu pengesahannya lagi. Baru setelah itu penetapan anggota DPRD di daerah pemekaran yang ada di Sumut dapat dilakukan,” terang Irham.
Selain itu, ia menyebutkan penetapan jumlah kursi di daerah pemekaran juga harus melihat jumlah penduduk dan luas wilayah. Sehingga dapat ditetapkan berapa jumlah kursi anggota DPRD kabupaten/kota pemekaran tersebut.
Hal ini, kata Irham, sesuai dengan UU No 10/2008 pasal 26, yang menjelaskan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 100.000 jiwa memperoleh alokasi kursi 20 buah.
Lalu kabupaten/kota berpenduduk 100.000–200.000 jiwa memperoleh 25 kursi, daerah dengan penduduk sebanyak 200.000 – 300.000 jiwa memeroleh 30 kursi, 300.000–400.000 penduduk akan memeroleh 35 kursi, 400.000–500.000 penduduk dapat 40 kursi.
Selanjutnya, kata Irham, daerah berpenduduk 500.000– 1 juta jiwa memeroleh 45 kursi, dan di atas 1 juta memeroleh 50 kursi.
“Dalam penentuan jumlah kursi di suatu daerah pemekaran juga tergantung pada jumlah penduduk, dan luas wilayah,” katanya.
Sementara itu, anggota KPUD Sumut, Turunan B Gulo, menyatakan UU yang ada juga bisa multitafsir.
Dikatakannya, selain beirisi penjelasan tentang jumlah penduduk untuk menentukan alokasi kursi masing-masing daerah, UU itu juga menyebutkan bahwa jumlah kursi setiap daerah pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota ditetapkan sama dengan pemilu sebelumnya.
“Ada yang multitafsir dari isi undang-undang tersebut. Jadi KPU Pusat memutuskan bahwa untuk daerah pemekaran baru penentuan jumlah anggota DPRD berdasarkan jumlah penduduk. Tapi untuk wilayah induk dari pemekaran tersebut, jumlah anggota DPRD-nya tetap sesuai dengan jumlah pemilu sebelumnya. Jujur saja, suatu saat ini bisa menimbulkan diskursus yang dalam,” kata alumni Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen tersebut. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: