Lokasi Penampungan CPO Ilegal Bebas Beroperasi di Labuhanbatu

Mafia crude palm oil (CPO), kini semakin merajalela di Labuhanbatu. Sejumlah lokasi penampungan CPO ilegal pun, terlihat begitu bebas melakukan aksinya. Anehnya, seakan mereka tak tersentuh aparat hukum. Saat ini, setidaknya ada 8 lokasi penampungan CPO ilegal bebas beroperasi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) daerah itu.
Pengamatan, Kamis (27/8) di lokasi penampungan CPO tersebut, terlihat belasan truk tangki mengangkut CPO berhenti. Setelah menurunkan sebagian CPO ke dalam drum, mobil tangki tersebut kembali melanjutkan perjalanan.
“Prosesnya gak lama kok, mereka kerjanya cepat-cepat. Kemudian CPO yang disedot dari truk tangki itu dimasukkan ke dalam tangki kecil atau drum yang di gudang,” terang salah seorang warga mengaku marga Siregar kepada MedanBisnis, di sekitar salah satu lokasi penampungan CPO.
Pengakuan Siregar yang enggan disebut namanya itu, beberapa orang terkadang terlihat memaksa supir truck untuk berhenti.

“Kadang-kadang mereka mengejar truck tangkinya bang. Karena tangkinya gak mau berhenti, trus orang-orang itu mengejarnya pake sepeda motor”, urai sumber seraya memaparkan kejadiannya dengan bahasa tubuhnya.

Dari pantauan, truk-truk tangki yang melintas, umumnya diminta berhenti oleh beberapa orang komplotan mafia CPO.

“Kadang-kadang kita kira ada kejadian laka lantas. Soalnya suara mereka kuat-kuat memanggil supir tangki yang gak mau berhenti itu,” beber Siregar lagi.
Keterangan yang dihimpun di lokasi lainnya, sedikit agak berbeda. Sebagian supir CPO langsung berhenti tanpa ada unsur pemaksaan. Setelah ada kode dari mafia, para supir pun langsung memarkir truknya di posisi yang diminta. Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi penampungan CPO mengatakan, kegiatan penampungan CPO itu sudah berlangsung lama.

“Biasanya yang paling ramai pada malam hari. Saya tak tahu apakah lokasi penampungan CPO tersebut memiliki izin atau tidak,” ujar warga yang mengaku bermarga Dalimunthe pada wartawan.
Sejumlah pekerja yang dikonfirmasi di beberapa lokasi penampungan CPO, terkesan bungkam. Para pekerja tak mau memberi keterangan seputar kegiatan penampungan CPO secara ilegal itu.

“Kami hanya pekerja bang. Kalau main (kencing CPO-red) kata toke, ya main. Soal yang lain-lain, bukan urusan kami. Biasanya, kalau ada razia, kami pasti tau,” ujar seorang pekerja menjawab wartawan.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: