PLN tak Masuk Desa Warga Sholat Tarawih dengan Lampu Sentir

Akibat tidak masuknya layanan listrik milik PLN ke rumah warga, ibadah keagamaan terpaksa diterangi dengan sarana seadanya.

Puluhan rumah warga di Desa Asam Jawa kecamatan Torgamba, kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumut belum mendapatkan fasilitas penerangan PLN. Warga terpaksa melaksanakan sholat sunah tarawih di bulan suci Ramadhan dengan mempergunakan lampu sentir seadanya sebagai  alternatif penerangan rumah.

Ironisnya tiang listrik sudah berdiri lima tahunan, hingga kini warga belum bisa menikmati PLN.

Kondisi di pemukiman warga tepatnya di desa asam jawa menjelang terbenam nya matahari, seluruh warga berkumpul tepat didepan rumah bersama keluarganya,  memuaskan sisa cahaya terakhir sebelum waktu gelap tiba.

Seperti Zul Siagian, salahsatu warga desa Asam Jawa yang sudah bermukim lima tahunan, setiap harinya sebelum terbenam matahari, Zul Siagian sudah mempersiapkan empat lampu sentir  sebagai peneragan dirumahnya.

Terutama pada bulan suci ramadhan pelaksanan sholat tarwih berjamaah bersama keluarga dengan pencahayaan lampu sentir seadanya, sangat menggangu pengelihatan dan kekhusukan ibadah.

Beginilah saat pelaksanaan sholat tarawih berjamaah dengan menggunakan pencahayaan lampu sentir, walau dengan kondisi cahaya yang tidak memuaskan warga tetap melaksanakan ibadah sunah dan wajib di bulan suci ramadhan.

Menurut Zul Siagian, sudah lima tahunan warga setempat tidak pernah merasakan penerangan listrik PLN. Sebagian warga menggunakan lampu sentir sebagai penerangan rumah, terutama bulan ramadhan pelaksanaan tarawih sangat terganggu karena kurangnya pencahayaan.

Belum tau penyebab pastinya  arus listrik tidak bisa masuk kerumah warga. Tapi, beberapa surat hasil musawarah desa  sudah ditebuskan ke Gubernur Sumatera Utara dan pihak PLN propinsi. Hingga kini belum ada jawaban.

Erlandi, Ketua RT-III setempat mengaku kesal. Terlebih sudah berdirinya tiang listrik, namun arus belum dapat disediakan pihak penyedia. “Hingga kini listrik belum bisa masuk ke desa kami. Padahal tiang listrik sudah terbangun. Bahkan tower tak jau dari perkampungan sudah bisa menikmati PLN,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: