Empat Kurir Ditangkap Bawa Ganja dari Aceh

Polres Labuhanbatu kembali berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis ganja antar propinsi yang melintas dari daerah ini. Ganja kering asal Aceh sebanyak 352 bungkus seberat 364 kilogram hendak dibawa ke Jakarta, diamankan dari mobil truk Mitsuhishi BK 9838 DJ, Selasa (1/9) sekira pukul 03.00 WIB, di jalan lintas Sumatera, Kelurahan Aek Kotabatu, Kecamatan NA IX-X, Labuhanbatu.
“Penggagalan peredaran narkoba ini berhasil atas informasi dari masyarakat, ada truk membawa ganja ratusan kilo,” ungkap Kapolres Labuhanbatu AKBP Drs Toga Habinsaran Panjaitan didampingi Wakapolres Kompol Imam Sadar, Kasat Narkoba AKP Jaya Santoso, beberapa anggota Reserse Narkoba dan anggota Unit Jatanras kepada sejumlah wartawan, di Polres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat.
Toga menyebutkan, selain mengamankan ganja, polisi juga menangkap 4 tersangka yang membawa  truk tersebut dari Desa Lam Tengah, Kecamatan Lingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke Jakarta.
Empat tersangka, yakni AYM alias Anis (39) pekerjaan sopir, penduduk Jalan Perwira 2 Ujung, Pulau Brayan Medan, Ma alias Siki (38) pekerjaan sopir, penduduk Desa Lam Tengah, Aceh Besar, MSL alias Lubis (27) pekerjaan sopir, penduduk Komples Perumahan Pensiunan Pejuang 45, Desa Proyek P3 Bengaru, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, dan Muc (31) pekerjaan penjaga parkir, penduduk Jalan Anggrek Indah I, Kelurahan Anggrek, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Mereka berangkat membawa ganja itu dari Aceh hari Minggu (30/8).
Setelah mendapat informasi ada mobil truk mengangkut ganja, tim gabungan dipimpin Waka Polres Kompol Imam Sadar meluncur dan menggiring truk yang dicurigai. Saat itu petugas tengah mencurigai truk karena kecepatan dan cara supirnya menyetir.
Memasuki daerah Aek Kotabatu, truk pengangkut ganja itu distop, polisi lalu memeriksa dan menemukan beberapa karung berisi ganja di atap truk yang ditutup tenda plastik biru. Sedang dalam bak truk tidak ada barang.
Keempat tersangka mengaku disuruh pemilik ganja bernama Jhony, warga Aceh, yang sudah duluan berangkat ke Jakarta.
Mereka juga mengaku mendapat upah Rp 30 juta jika berhasil membawa ganja itu sampai di Jakarta. Namun, saat berangkat, mereka baru mendapat Rp7 juta biaya selama di perjalanan.
“Kami akan dapat upah lima juta seorang. Ya, untuk biaya Lebaran,” kata Anis yang mengaku punya 2 istri dan 3 orang anak.
Keempat tersangka dijerat dalam pasal 78 ayat (1) huruf b, jo pasal 81 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara 15 tahun, denda Rp750 juta, atau pasal 82 ayat (1) huruf a UU No.22/1997 dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana kurungan 20 tahun dan denda Rp1 miliar.
Sebelumnya, dua bulan lalu, tepatnya Selasa (14/7) malam, Polres ini telah menggagalkan peredaran ganja antar propinsi yang diangkut mobil truk Mitsubishi BK 8242 LJ dari Aceh tujuan Bogor. Ganja sebanyak 15 bal (460 kg) dan 2 tersangka diamankan Polsek Torgamba bekerja sama Satuan Reserse Narkoba di Jalinsum Torgamba.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: