Indahnya Hidup Berzakat

Hidup ini indah, jika sesama umat saling membantu dan saling menolong. Si miskin akan merasa terayomi oleh uluran tangan si kaya yang dermawan. Si lemah dapat menjalani titian hidup berkat topangan yang lebih mampu. Sebagai makhluk hidup berkoloni sosial, manusia terus membutuhkan bantuan pihak lainya.
Dalam konteks saling membantu sesama, agama juga mengharuskan hal itu. Dan, disisi ekonomi, peranan dan bantuan kepada sesama dapat diwujudkan dengan mengulurkan zakat kepada pihak yang membutuhkan.
Zakat adalah rukun keempat dari rukun Islam. Secara harfiah zakat berarti tumbuh, berkembang, menyucikan, atau membersihkan. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.
Zakat menjadi salahsatu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu, hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
“Zakat termasuk dalam kategori ibadah. Seperti, shalat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah. Sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia,” ujar Bupati Labuhan Batu HT Milwan pada acara safari Ramadhan Pemkab Labuhan Batu, Kamis (3/9) di Masjid Al Qodar Jalan Torpisangmata Kecamatan Rantau Utara.
Pada prinsipnya, kata dia, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya. Baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Dan, beberapa jenis zakat. Salahsatunya, zakat fitrah.

“Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan,” ujarnya. Besaran Zakat ini, katanya, setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
Dalam hidup ini, kata Milwan, harus saling kasih mengasihi. Berbuat kebaikan dan saling tolong menolong antar sesama. Kemudian, jadikan semua perbuatan itu sebagai ibadah. “Sebaik-baiknya manusia dapat bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu diingatkan, kepada sesama agar membayarkan zakat. Bagi yang tidak membayar sampai batas waktunya, maka orang itu sama dengan ‘perampok’,” ketusnya.
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Penuh pengampunan dan bulan yang indah untuk mengasah ilmu agama.
Sebab, di bulan Ramadhan Al Quran diturunkan dan adanya malam lailatul qadar. “Untuk itu kita harus menyadari sudah sampai sejauhmana kadar keimanan kita dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan,” imbuhnya.
Milwan juga mengimbau, agar mampu memperbesar rasa sabar dan ikhlas selama menjalankan ibadah puasa. Sehingga, akan mampu membangun karakter manusia yang berbudi luhur. Seimbang antara IQ, EQ dan SQ.
“Di bulan puasa ini penuh pendidikan. Kita harus perbanayak sabar dan ikhlas. Kedua kata ini mudah diucapkan. Tapi, sulit untuk dikerjakan. Namun, jika berhasil maka akan membawa kebaikan sejati,” paparnya.
Dari itu, kata Milwan mencapai semuanya diawali dengan jangan saling memfitnah, berburuksangka, menghujat dan mencerca orang lain, “Hati-hati kita bergaul dengan sesama manusia,” kata Milwan mengingatkan. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: