Teman Akrab Larikan Istri Tercinta

Sial benar nasib Juang Daulay, warga Mailil, Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu. Teman akrabnya yang menumpang di rumahnya, tega melarikan istrinya tercinta saat dirinya sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih di mesjid tidak jauh dari gubuk miliknya.
“Entahlah, sial kali aku Bang. Waktu aku tarawih, istriku sudah nggak di rumah. Ternyata lari sama temanku yang menumpang di rumah ini. Padahal, temanku itu pun sudah punya istri. Kok tega kali kawan itu sama aku. Apa kurang baik aku sama dia?”keluh Juang saat ditemui wartawan, Jumat (4/9) di Rantauprapat.
Dikatakannya, dirinya bekerja di kebun milik Haji Pontas Harahap. Beberapa bulan bekerja, temannya bernama Ucok Manis datang bersama istrinya meminta tolong agar menumpang di rumahnya. Entah bagaimana kisahnya, beberapa pekan kemudian temannya tersebut melarikan istrinya yang telah memberikannya seorang putra.
“Saya gak nyangka Ucok Manis sanggup melakukan itu. Padahal, begitu tulus hati saya membantu mereka. Namun apa yang dibalas atas kebaikan saya. Air susu dibalas air tuba,” ucap Juang lirih menyesali nasibnya.
Diungkapkannya, tidak pernah terpikir olehnya kalau kejadian tersebut menimpanya. Pengakuannya, dirinya sangat mencintai istrinya. Bahkan hingga saat ini, kendati istrinya telah diketahuinya memendam asmara dengan Ucok.
“Saya sangat mengharapkan kepulangan istri saya, Aseh. Taulah Bang, anak kami masih umur enam bulan. Seumur ini sangat butuh perhatian seorang ibu,” terang Juang.
Pemilik kebun, Pontas Harahap yang mendampingi, hanya berupaya memberi nasihat sebagai penyegar kepada Juang. Pontas mengatakan, dalam perkawinan harus diingat janji yang terucap. Agar menjadi pegangan untuk menyelesaikan segala masalah dan persoalan yang timbul dalam bahtera rumah tangga.
Dikatakannya, anak-anak sebagai tanda bukti cinta mereka, sehingga perlu dijaga.  Apalagi Juang masih sangat berharap kepada istrinya. Pontas juga berharap agar Aseh, istri karyawannya, sadar dan kembali ke rumah untuk berkumpul kembali bersama anak serta swami tercinta.
“Saya juga sangat berharap agar Aseh pulang. Karena swaminya masih menerimanya dengan tulus tanpa mengungkap kejadian itu,” tukas Pontas. (MB)

Satu Tanggapan

  1. Teman macam ap itu?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: