Proyek Kolam Renang Jadi Sarang Biawak

Proyek pembangunan Kolam Renang di Kelurahan Janji, Rantauprapat terkesan ditelantarkan. Pasalnya, pembangunan fondasi kolam renang berbiaya Rp 2 miliar dananya bersumber dari APBD 2006 dan 2007 lama tak terdengar lanjutan pengerjaannya.

Dampaknya, fisik pondasi bangunan berbentuk cor yang sudah ditumbuhi semak belukar. Anggota DPRD Labuhanbatu Jappar Siddik Nasution menjawab wartawan mengatakan, dia berharap supaya pondasi bagunan proyek kolam renang yang terletak di pintu masuk Kota Rantauprapat jangan sampai terlantar. “Jangan jadi tempat sarang biawak,” ujarnya.

Dia berjanji katanya dalam waktu dekat, pihaknya akan menelusuri proyek pembangunan tersebut. “Apakah terdapat indikasi kolusi. Bila nanti ditemukan ada indikasi penyalahgunaan wewenang, maka akan dimintakan penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait,” tegasnya.

Kecurigaan Jappar cukup beralasan. Soalnya, dana senilai Rp2 millira tersebut, hanya mampu membangun tiang pondasi. Dia menyebutkan selama hampir dua tahun belakangan ini, proyek pembangunan kolam renang itu tidak ada perubahan. Akibatnya, lanjut dia, dapat dipastikan semak belukar semakin tinggi di lokasi pembangunan kolam renang tersebut. Sehingga, fondasi yang berbentuk cor itu nyaris tidak terlihat lagi.

Proyek pembanguan pondasi kolam renang itupun diduga keras terjadi ketidakseimbangan dana yang dialokasikan dengan realisasai fisik. Sebab pembangunan tiang fondasi kolam renang tersebut memakan biaya hingga Rp2 miliar hanya untuk pembangunan puluhan fondasi berbentuk cor.

Humas Pemkab Labuhanbatu Sugeng saat dikomfirmasi wartawan mengatakan dirinya belum bisa memberikan keterangan secara teknis, sehingga memerlukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh keterangan.

“Sebaiknya untuk menjawab itu saya koordinasikan dulu dengan pihak terkait karena yang menangani proyek kolam renang itu Dinas Kimprasda,” katanya.

Sebelumnya diawal masa kerja Kapolres Labuhanbatu Toga Habinsaran sudah sempat memerintahkan Kasat rsekrim dimasa AKP Marajungjung Siregar untuk mencari data proyek pembangunan pondasi kolam renang itu. Namun, hingga saat ini belum ada kabar tindaklanjut dari perintah Kapolres. Sebab, tidak lama kemudian Kasat Reskrim dimutasikan ke Poldasu. (fajar)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: