Pesta Kembang Api Warnai Pergantian Tahun di Rantauprapat

Sambut pergantian tahun, kota Rantauprapat diwarnai pesta kembang api. Ribuan warga kota Rantauprapat sambut pergantian tahun dari 2007 ke tahun 2008 dengan melakukan berbagai kegiatan. Salahsatu bentuk perayaan yang dilakukan jelang detik-detik pergantian tahun, seperti terlihat dan sebagai pusat pelaksanaan perayaan dalam menyambut tahun baru di sana dilakukan di simpang enam, Rantauprapat.
Dengan hadirnya artis Ibukota Jakarta Ratna Dewi yang menyuguhi lantunan tembang-tembang manisnya, memberi hiburan rakyat di sana.

Tepat pukul 00.00 WIB, pada kesempatan itu, Wakapolres Labuhanbatu menyempatkan membakar kembang api pertanda pergantian tahun. Selanjutnya, langit ibukota Labuhanbatu itu diterangi warnai beribu-ribu letupan kembang api.
Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Tagam Sinaga selaku pelaksana acara perayaan pergantian tahun itu dhadapan ribuan warga Rantauparapat yang hadir menyaksikan acara itu memberi sambutan dan berharap agar pada tahun 2008, warga Labuhanbatu dan kota Rantauprapat pada khususnya agar dapat menjadikan tahun 2008 sebagai moment menjaga stabilitas dan keamanan Labuhanbatu dan secara berkesinambungan membangun kesadaran hukum yang tinggi di tengah-tengah masyarakat.
“Semoga Tahun 2008, masyarakat lebih dapat memaknainya dengan terus meningkatkan kesadaran hukum. Sehingga, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya dapat ditekan dan diminimalisir,” harapnya.
Selanjutanya, Tagam juga mengajak masyarakat yang hadir untuk sejenak melakukan renungan-renungan pengalaman hidup yang telah dilakoni sepanjang tahun 2007, dan mengambil sisi positifnya sebagai refleksi untuk kehidupan mendatang, seraya mengharapkan kepada masyarakat untuk melakukan munajat do’a sesuai kepercayaan masing-masing. “Mari kita melakukan do’a sesuai kepercayaan masing-masing, agar pada tahun mendatang kehidupan yang dicapai lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Selain perayaan yang dilakukan di persimpangan enam Rantauprapat, kegiatan serupa juga terlihat di beberapa lokasi, salahsatunya tepat di lapangan Ika Bina Rantauprapat. Di tempat itu, produsen rokok LA juga menggelar acara serupa. Tak ayal dengan tingginya antusias masyarakat menghadiri acara setahun sekali itu, menyebabkan arus lalu lintas macet total. Mengantisipasinya, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Mapolres Labuhanbatu mengalihkan arus lalu lintas ke berbagai jalan alternatif.
Menanggapi kemeriahan acara itu, tak serta merta seluruh masyarakat merasa decak kagum, malah masih ada nada-nada ekstrim lainnya. Beberapa warga masyarakat di lokasi itu masih menilai acara pesta kembang api hanya sebatas hura-hura. Mereka menilai, dengan membakar kembang api yang menelan dana tidak sedikit itu, merupakan hal yang mubazir di tengah-tengah kondisi masyarakat yang masih susah. “Yah, kita memang terhibur dengan kemeriahan acara itu. Tapi, dengan banyaknya kembang api yang dipakai, berarti kan banyak juga dana yang telah dikeluarkan untuk itu. Apa tidak ada cara lain yang lebih efisien untuk merayakan pergantian tahun. Dana sebesar itu sebaiknya dipergunakan pada hal-hal yang lebih positif dan lebih membantu kepada kaum miskin kota Rantauprapat,” terang salah seorang warga kota yang hadir pada kesempatan itu.
Selain itu, Direktur Eksekutif Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI) Yos Batubara mengungkapkan, kehadiran tahun baru 2008 hendaknya mampu menjadi moment baik untuk masyarakat, menuju Indonesia yang lebih pro kepada kehidupan kaum miskin. “Mari kita ciptakan bintang-bintang kecil. Jika kita belum mampu membuat bulan untuk menerangi Indonesia. Semoga di tahun 2008, kebijakan pemerintah lebih merakyat. Dalam artian, semoga subsidi BBM tidaklah dicabut. Biaya pendidikan tidak mencekik leher. Semen tidak langka. Para pedagang kaki lima tidak lagi digusur-gusur. Hutan tidak dihilangkan, sehingga tidak menjadi penyebab terjadi berbagai bencana alam,” harapnya.

Iklan